Apakah Perlu Memasang Pewangi Mobil dan Jenis Pewangi Apa yang Cocok?

sunflowers-1572369_1280

Sebagai manusia yang memiliki tingkat adaptasi yang tinggi, seorang driver
tidak akan bisa menjadi “penilai” yang obyektif akan bau-bauan didalam mobil.
Karena kita akan menjadi terbiasa mencium bau yang sama selama berhari-hari
ataupun berbulan-bulan. Sama seperti pasukan oranye atau pemulung sudah tidakĀ lagi bermasalah dengan bau sampah yang dihadapinya sehari-hari.

Jadi apakah mobil kita segar, wangi, asem, atau bahkan pahit hanya bisa
dirasakan oleh penumpang. Oleh karena itu kita harus membuat suatu prosedur
harian yang harus kita lakukan untuk memastikan bahwa aroma mobil kita
segar dan wangi.

Baiklah mari kita mulai dengan hal-hal berikut:

1. Kebersihan
Inti dari kesegaran aroma dan kemampuan pewangi untuk mewangikan mobil
sangat tergantung dari kebersihan dari kabin mobil. Sebanyak apapun
pewangi yang digelontorkan, kalau kabin tidak bersih maka percuma saja.
Oleh karena itu, tanpa alasan apapun kabin mobil harus dibersihkan setiap
hari.

2. Menetralkan Bau
Setelah kabin dibersihkan dengan baik, coba cium apakah aromanya sudah
segar ataukah ternyata masih ada bau-bau tidak sedap yang masih bercokol.
Kalau masih ada bau-bauan yang tidak sedap yang masih bercokol, maka
kita harus netralkan bau-bauan tersebut sehingga tidak akan menggangu
pewangi yang akan kita gunakan.

Cara menetralkan bau-bau tidak sedap dalam kabin:
A. Bubuk Kopi (yang murah-murah saja)
B. Penyerap Bau (merk Bagus atau Gajah)
C. Roti Gosong (roti tawar dipanggang sampai gosong)
D. Mengelap/Membersihkan kursi-kursi dan bagian-bagian kabin yang
bersentuhan/menempel kulit dan menyerap keringat dengan antiseptik
seperti Detol (boleh yang antiseptic tangan berbahan dasar alkohol
atau yang dicampur air) yang penting pembunuh kuman penyebab bau.

Apabila ternyata bau-bauan tersebut tidak hilang juga, maka ada kemungkinan
bahwa bau tersebut bersumber pada AC mobil. Untuk itu AC perlu diservice
atau diganti filternya.

3. Pewangi Yang Bisa Digunakan
Setelah kabin bersih dan bau-bauan tidak sedap dinetralkan, maka kita
bisa menempatkan pewangi. Masalah utama dari pemilihan pewangi adalah
kita tidak bisa memilih satu pewangi yang disukai oleh setiap penumpang.
Misalnya: Kita memilih pewangi lemon, ada yang tidak suka lemon, katanya
membuat mual dan ingin muntah.

Jadi hal pertama yang perlu kita ketahui adalah TIDAK ADA SATU PEWANGI
MANAPUN YANG AKAN DISUKAI OLEH SEMUA PENUMPANG.

Oleh karena itu kita bisa memilih mana pewangi yang ingin kita gunakan
apakah pewangi tradisional atau pewangi mobil atau parfum.

Pewangi tradisional misalnya potongan daun pandan, mangga kweni (diletakkan
mulai dari hijau, matang sampai hampir busuk kemudian ganti lagi yang baru),
kulit jeruk, hio (tidak perlu dibakar, cukup ditaruh saja – tapi gak jaminan
kalau nanti ada “penumpang” tambahan), dll.

Pewangi mobil misalnya Ambipur (mahal euy), Glade, dll tapi JANGAN pakai
pewangi ruangan yang bukan untuk mobil karena bisa menimbulkan bau asam
di AC mobil.

Parfum misalnya Hermes (gila parfum 1,6 juta!) maaf maksudnya parfum boleh
apa saja, yang penting disukai baik pria maupun wanita. Favorite saya adalah
Adidas Deep Energy (rp110rb) dan Gatsby Scent of Beach (Rp98rb) harganya tidak
mahal tapi tahan lama, parfum cowok tapi disukai oleh cewek.

Setelah dilakukan langkah-langkah diatas, kita perlu melakukan hal-hal berikut
supaya seluruh jerih payah kita tidak sia-sia:

1. Tidak merokok di mobil dan meminta penumpang kita untuk tidak merokok.
2. Tidak memasukkan benda-benda berbau tajam di dalam kabin seperti jaket
yang sudah 1 bulan tidak dicuci, durian, pete, jengkol dll.
3. Meminta dengan hormat kepada penumpang untuk tidak makan di dalam mobil.

Ng-uber on!


berhemat