Down Payment DP Mobil Nol Persen untuk Armada Uber

Rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memangkas uang muka atau down payment  (DP) menjadi nol persen punya sisi negatif dan positif. Sebagaimana dikutip dari viva.co.id

Rencananya, kebijakan tersebut dibuat untuk menstimulan daya beli masyarakat
untuk kendaraan, agar Industri otomotif kembali naik.

Namun tak dipungkiri, kebijakan ini juga sedikit menyusahkan beberapa perusahaan pembayaran. Apabila rencana kebijakan tersebut jadi diterapkan bulan september  nanti, akan semakin membuat risiko multifinance lebih tinggi karena konsumen akan  semakin mudah mengambil kendaraan dan rentan terhadap resiko.

Pertanyaannya apakah pelaksanaannya akan seperti itu? Karena sampai saat ini-pun driver bisa mendapatkan kendaraan dengan DP serendah 5jt. Jadi sebenarnya resiko sudah ada dari dulu, jauh sebelum rencana OJK untuk memberlakukan DP nol persen.

Bedanya saat ini dengan adanya trick cash-back yang umum diberlakukan oleh dealer dan perusahaan finance, secara logika bodohnya apabila yang tadinya dengan aturan DP saja DP hanya 5jt maka dengan aturan DP nol persen, bisa jadi debitur bukan hanya tidak perlu bayar DP malah bisa2 dapat cashback belasan juta.  Kalau ini betul bisa terjadi, maka selain driver bisa dapat kredit mobil tanpa DP, masih dapat cashback pula buat modal operasional bulan-bulan awal.

Ngu-Uber on!


berhemat

Teminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta Ruwet Membingungkan dan Membahayakan

teminal 3

Kemarin adalah hari pertama terminal 3 ultimate (atau yang sekarang disebut terminal 3)
digunakan secara resmi. Untuk hari pertama dikabarkan ada 300 penerbangan yang dilaksanakan
melalui terminal 3. Kurang lebih ada 6000 penumpang yang menggunakan terminal 3 pada hari itu.

Berdasarkan pembicaraan dengan rekan-rekan driver uber yang mengetahui situasi di lapangan
disampaikan bahwa permasalahan utama dari operasional terminal 3 adalah TIDAK ADANYA RAMBU-RAMBU
yang jelas dan para petugas yang ditempatkan di lapangan adalah PETUGAS BARU yang sama-sama
kurang paham alur dan tata cara penumpang berangkat dan kedatangan. Para penumpang yang kebanyakan
sempat salah terminal (ke terminal 2) atau ke terminal 3 lama harus menemui penumpukan kendaraan
di jalur Terminal 3 karena TIDAK ADANYA KEJELASAN MENGENAI PARKIR sehingga mobil pengantar maupun
penjemput memilih untuk ngetem/berhenti di jalur kendaraan. Para petugas-pun tidak melakukan pengaturan
sehingga tidak terdapat KETERTIBAN berkaitan dengan traffic kendaraan.

Malamnya kita semua bisa membaca di pemberitaan media bahwa dibagian dalam terminal 3 tidak terdapat rambu
yang jelas sehingga para penumpang kebingungan. Selain itu kursi yang tersedia sangat terbatas sehingga para
penumpang terpaksa lesehan di lantai.

Sekjen PDIP, Hasto K. secara tegas memberikan kesaksian bahwa Terminal 3 tidak siap dan membahayakan para penumpang.

Bagi kawan-kawan driver yang mengantar ke bandara mohon dapat memastikan bahwa penumpang ybs menuju terminal yang
tepat dan mengantisipasi kendala-kendala yang terjadi pada hari kemarin. Percayalah bahwa kendala ini hanyalah diawal saja, kedepannya segalanya akan menjadi lebih baik.

Ngu-Uber on!


berhemat