Berapa Pasaran Pembagian Komisi Driver Uber

driver-1149997_1920

Karena ada tiga kelompok calon partner uber sebagai berikut:

1. Pemilik mobil yang ingin mengemudikan kendaraan/ mobilnya sediri bersama Uber

2. Pemilik kendaraan/ Mobil yang ingin berbisnis Uber dan mempekerjakan driver (tidak mengemudikan kendaraan/ mobilnya sendiri)

3. Driver yang ingin mengemudi bersama Uber namun tidak memiliki kendaraan/ mobil.

Maka kemudian akan timbul pertanyaan mengenai pasaran pembagian komisi bagi pemilik mobil, pemilik rental (apabila bergabung dan menggunakan bendera rental) serta bagian komisi driver.

Dalam perkembangan uber di Indonesia, terdapat hero atau leader atau pioneer yaitu para partner uber yang awal, yang mengembangkan bisnis uber sehingga berkembang pesat.

Beberapa contoh leader adalah Pak Haji yang berbasis di daerah kemayoran. Beliau termasuk  “brand ambasador” uber yang sangat sukses dalam merekrut driver uber.

Contoh yang lain adalah seorang ex-pengemudi taksi biru yang juga sukses merekrut rekan-rekan sesama ex-pengemudi untuk bergabung dengan perusahaan rental yang didirikannya sebagai partner uber.

Para hero, leader dan pioneer tersebutlah yang kemudian menetapkan arah dasar pengembangan kemitraan dan pembagian persentase antara pemilik kendaraan, pemilik rental, dan driver uber.

Formula pembagian persentase tersebut yang kemudian menjadi acuan bagi para pemilik kendaraan, pemilik rental dan driver uber.

Formulanya sebagai berikut:
Driver 35%
Rental (pinjam bendera) 5%
Pemilik Kendaraan 60%

Antara driver dan pemilik kendaraan ada juga yang sistem setoran
harian/mingguan/bulanan tergantung jenis kendaraan.

Dari formula diatas maka kita sudah bisa tahu kira-kira bagaimana
pembagian masing-masing pihak tergantung skenarionya


berhemat