Trik Cara Mengetahui Tujuan Rider di Uber

Bagi driver GrabCar sangat mudah memilih order mana yang mau diambil karena tujuan beserta kalkulasi jarak semua tampil di aplikasi sebelum driver menerima order.

Hal ini berbeda dengan di Uber dimana tujuan baru bisa diketahui setelah driver menjemput rider dan menekan tombol “start trip” sehingga ada kemungkinan bahwa tujuan rider ternyata sangat dekat (tidak sebanding dengan jarak menjemput)
atau justru ke daerah yang sangat jauh dimana perjalanan pulang
dipastikan kosong atau lokasi yang berlawanan dengan pool/rumah
driver.

Karena hal inilah ada driver uber yang berusaha untuk mengetahui
tujuan rider dengan trik sebagai berikut:

1. Begitu mendapatkan order langsung menelepon rider dengan alasan
konfirmasi arah penjemputan, tapi sebenarnya mau menanyakan tujuan.

2. Apabila lokasi jemputan dekat dengan posisi driver, maka driver
langsung klik “arriving” dan “start trip” untuk mengetahui tujuan.

Setelah mengetahui tujuan, apabila tidak cocok, maka driver cancel order.
Hal ini dapat dilakukan karena driver baru mendapatkan penalty setelah
dua kali cancel order berupa “time out” yang jangka waktunya akan meningkat
sesuai jumlah cancel order ( 5 menit, 1 jam, dst).


berhemat

Mengapa GrabCar Lebih Menarik dari Uber?

Beberapa kolega driver Uber sempat bercerita bahwa mengemudi bersama GrabCar
lebih menarik dibandingkan dengan mengemudi dengan Uber.

Karena statemen ini menarik, maka saya meminta mereka untuk menjelaskan
lebih lanjut apa alasannya sehingga mereka bisa sampai kepada kesimpulan
tersebut.

Berikut adalah alasan yang disampaikan:

1. Konsumen GrabCar bisa bayar tunai, tidak harus punya kartu kredit.

Pendapat ini ada benarnya, karena memang dahulu seperti ini. Namun
sekarang rider Uber pun dapat membayar tunai, jadi sudah tidak ada bedanya.

2. GrabCar lebih dikenal dibandingkan Uber.

Pendapat ini bisa benar bisa juga tidak. Mungkin maksud lebih dikenal
karena aplikasi GrabTaxi sebelumnya sudah melayani baik konsumen taksi
maupun konsumen grabbike. Berdasarkan pengamatan rekan-rekan driver,
GrabCar lebih dikenal oleh pelanggan dari kalangan menengah kebawah.

3. Uber ada Surge Pricing sementara GrabCar tidak ada.

Pertama-tama perlu dicek lagi apakah benar demikian, karena sepertinya
GrabCar pun sudah mulai menerapkan tarif serupa.

4. Aplikasi GrabCar bisa lihat tujuan dan jarak sebelum ambil order.

Hal ini memang menjadi salah satu kelebihan GrabCar dimata driver.
Driver dapat memilih order mana yang mau diambil yang paling cocok dengan
situasinya. Misalnya:Jalan searah pulang, jarak jauh, jarak dekat, atau tujuan tertentu.

5. GrabCar masih ada Promo dan Subsidi sementara Uber sudah tidak ada.

Promo dan subsidi pada hakekatnya adalah tidak abadi. Promo dan subsidi diadakan untuk jangka waktu terbatas dan hanya untuk mencapai tujuan tertentu dari pihak manajemen. Apabila kita berpandangan jangka panjang, maka sebenarnya promo dan subsidi sebaiknya tidak menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan.


berhemat

Layanan UberMOTOR di Jakarta

UberMOTO adalah versi sepeda motor dari layanan Uber. Secara umum layanan ini sama seperti Go-Jek, Grabbike, Blujek, dll.

Karena tujuan utama dari diluncurkannya layanan ini adalah untuk mengarungi kemacetan lalu-lintas maka UberMOTO diluncurkan pertama kali di kota yang terkenal paling macet sedunia, Bangkok, Thailand pada akhir Februari lalu.

Hari Kamis (3/3) lalu UberMOTO diluncurkan pula di Bengaluru, India sebagai kota kedua setelah Bangkok.

Layanan ini ditujukan sebagai sarana untuk menghindari kemacetan sama seperti yang terjadi di Bangkok.

Uber mengidentifikasi banyaknya pengendara sepeda motor komuter yang dapat
secara sambilan melayani UberMOTO dalam perjalanannya menuju ke tempat kerja dan kembali ke rumah.

Apabila layanan ini terbukti sukses, maka uberMOTO akan menjadi peluang ekspansi yang luar biasa bagi Uber mengingat jumlah sepeda motor di Bengaluru jumlahnya empat kali lipat dibandingkan jumlah mobil.

Untuk layanan UberMOTO ini Uber menggunakan sistem bagi hasil 80:20 dimana partner Uber akan mendapatkan 80persen sementara Uber 20persen.

Bagaimana dengan Indonesia?

Sejumlah sumber menyebutkan (sebagaimana dikutip dari beritasatu.com), pihak UberMOTOR sudah merekrut ribuan pengendara ojek untuk bersaing dengan ojek online lainnya yang sudah ada di Indonesia seperti GoJek dan GrabBike.

“Tentu saja, kami ingin membidik pasar lainnya seperti Indonesia,” ujar Kepala Ekspansi Uber untuk Asia, Douglas Ma.

Ma menjelaskan, itu pertama kalinya Uber meluncurkan UberMOTO di pasar dunia. “Kami berharap bisa mengembangkan diri dan berinovasi dengan cara kami sendiri. Kami yakin, kami dapat memberikan nilai yang jauh lebih besar dan efisiensi ketimbang pesaing lokal, seperti GoJek, yang teknologinya belum masuk level global,” ujar Ma.

Layanan UberMOTOR lebih baik dari GoJek atau GrabBike?

Aplikasi Uber telah teruji dapat bekerja dengan baik diberbagai belahan dunia. Seperti yang telah disampaikan oleh Douglas Ma, kemungkinan besar Uber dapat memberikan layanan yang lebih baik dan lebih efisien ketimbang pesaing lokal seperti GoJek.  Apalagi Uber dapat belajar dari kekurangan-kekurangan pesaing lokalnya di Indonesia seperti masalah privasi, gangguan sistem, keamanan data, dan lain sebagainya. Selain itu dengan pendanaan Uber yang sangat kuat,  sepertinya Uber telah memiliki semua yang diperlukan untuk menguasai pasar ojek sepeda motor di Indonesia.


berhemat