Apa Itu Ride-Sharing?

Sebelum adanya ride-sharing kita mengenal car-pooling atau tebengan
rame-rame untuk menghemat biaya transportasi bagi penumpang dan
menghemat biaya bbm serta biaya perawatan bagi pemilik kendaraan.
Contoh carpooling adalah mobil2 pribadi yang biasa ngompreng di jalan
tol jagorawi untuk mengangkut penumpang yang searah. Mobil2 pribadi
ini menyediakan tebengan karena penumpang urunan untuk membayar bensin
dan tol.

Real-time ridesharing (juga dikenal sebagai ridesharing instan,
ridesharing dinamis, ridesharing ad-hoc, ridesharing on-demand,
dan carpooling dinamis) adalah layanan yang mengatur pemakaian
bersama sebuah kendaraan dalam waktu sangat singkat.

Ridesharing umumnya memanfaatkan tiga kemajuan teknologi baru-baru ini:
1. Perangkat navigasi GPS untuk menentukan rute pengemudi dan mengatur perjalanan bersama
2. Smartphone bagi wisatawan untuk meminta tumpangan dari mana pun mereka berada
3. Jaringan sosial untuk membangun kepercayaan dan akuntabilitas antara pengemudi dan penumpang

Unsur-unsur ini dikoordinasikan melalui layanan jaringan, yang seketika dapat menangani pembayaran  kepada pengemudi dan mengatur pemakaian secara optimum.

Seperti carpooling, real-time ridesharing dipromosikan sebagai cara untuk lebih memanfaatkan  kursi kosong di sebagian besar mobil penumpang, sehingga menurunkan penggunaan bahan bakar dan biaya transportasi. Hal ini dapat melayani daerah yang tidak tercakup oleh sistem angkutan umum
dan bertindak sebagai layanan pengumpan transit. Ridesharing juga mampu melayani perjalanan satu kali, tidak hanya perjalanan bolak-balik berulang atau perjalanan dijadwalkan.

Pada 2010-an awal, beberapa perusahaan teknologi diperkenalkan aplikasi yang diperkenalkan sebagai ridesharing mirip dengan layanan taksi. Contohnya di Indonesia adalah Uber, Gojek dan Grabcar.


berhemat