Uber Adalah Model Bisnis Masa Depan

Media online Tempo.co mengutip Pengamat Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (Akses) Suroto di Jakarta, yang mengatakan taksi Uber bernaung di bawah badan hukum koperasi dan justru berpotensi menjadi model bisnis masa depan.

“Akhir-akhir ini media dihebohkan oleh penangkapan sopir Koperasi Taxi Uber. Mereka dianggap ilegal karena tidak memiliki izin usaha. Menurut kami, pemerintah sebaiknya jangan hanya melihat masalah ini dalam aspek perizinannya,” ucapnya.

Pemerintah, menurut dia sebaiknya melihat aspek pemberdayaan dan pemerataan ekonomi bagi usaha kecil.

Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM semestinya membantu mereka untuk mendapatkan izin khusus.

“Mereka itu adalah genre baru usaha koperasi masa depan yang memfungsikan koperasi itu hanya sebagai providernya,” ujarnya.

Suroto berpendapat mereka adalah model koperasi masa depan yang berbasis “crowdsourcing” (kerumunan sumberdaya).

“Koperasi kelak fungsinya hanya sebagai provider untuk usaha kecil dan pemerataan kesejahteraan bagi anggota-anggotanya,” tuturnya.

Ia menegaskan, tindakan Pemerintah yang hanya mengedepankan aspek legal perizinan menjadi pertanda bahwa pemerintah hanya memihak pada kepentingan elite pengusaha taksi segelintir yang sudah mapan.

“Cobalah lihat, dari usaha itu ada banyak sopir taksi yang tadinya harus bekerja selama 18 jam dengan penghasilan kadang minus dan terpaksa cash bond setiap bulan untuk menutupi kebutuhan. Sekarang mereka banyak yang merdeka menikmati kebebasan pendapatan, waktu dan juga punya kendaraan taxi sendiri,” tukasnya

Reuters (24/8) memberitakan bahwa pemesanan Uber akan meningkat
tiga kali lipat tahun ini menjadi USD10.8 milyar atau setara dengan
150 trilyun rupiah dan mencapai USD26.12 milyar tahun depan atau
senilai 400 trilyun.

Uber memang mengalami masalah legal di beberapa negara seperti Perancis,
spanyol dan Thailand. Namun para investor Uber yakin bahwa Uber akan
dapat menyelesaikan masalah tesebut. Pendiri Uber sendiri memiliki visi
bahwa Uber akan berkembang sebagai jaringan logistik terkomputerisasi dunia.
Hal ini dapat diartikan bahwa konsep Uber akan dikembangkan ke segala moda
transportasi pengangkutan dan mentransportasikan manusia maupun barang.

Dapat dibayangkan bahwa jaringan IT yang teruji dan terbaik di kelasnya dapat menjadi tulang punggung jasa pelayanan yang diberikan secara kolektif oleh mitra-mitra untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen dengan harga yang sangat kompetitif karena efisiensi dan economy of scale dari jaringan global Uber.


berhemat