Insentif Non-Tunai Bagi Uber Driver

Selain bonus dan insentif tunai, team Uber Jakarta mulai berpartner dengan penyedia jasa dan produk serta restauran untuk memberikan insentif non-tunai kepada Drivers yang memiliki rating tinggi.

Memang untuk saat ini jumlah partner penyedia insentif non-tunai ini masih sedikit karena memang baru dalam tahap uji coba. Namun demikian tidak terbuka kemungkinan bahwa kedepannya akan jauh lebih banyak partner yang tentunya dapat memberikan insentif non-tunai yang bernilai tinggi bagi para driver.

Berikut adalah release info dari Uber Team Jakarta mengenai program ini:

Kabar baik untuk driver yang bergabung untuk Uber!

Uber Jakarta bekerja sama dengan beberapa partner dari tempat-tempat yang sudah dipilih untuk memberikan keuntungan yang hanya bisa dinikmati oleh driver yang mempunyai akun di Uber.

Selain itu, berita baik untuk driver yang mempunyai rating diatas 4.7 karena penawaran yang ditawarkan makin special!

1. Kopi Corner

Jalan Benda Raya no. 14E, Kemang, Jakarta Selatan

Driver akun Uber : mendapatkan Coklat.

Driver akun Uber dengan rating 4.7+ : mendapatkan Coklat.

mendapatkan mendoan/tahu dengan pembelian latte/cappucino.

2. Warluf

Jalan Benda Raya (Samping 711 Benda), Jakarta Selatan

Driver akun Uber : Paket makanan ( soto Betawi/sop daging ) seharga IDR 20,000

Driver akun Uber dengan rating 4.7+ : Paket makanan ( soto Betawi/sop daging ) seharga IDR 20,000

mendapatkan minum gratis (es teh manis/teh manis hangat/kopi)

Bagaimana cara untuk mendapatkan keuntungan ini?

Anda cukup datang ke tempat beralamat diatas, dan tunjukan akun Uber anda pada tempat diatas. Lalu petugas di tempat tersebut akan menyocokan foto pada akun anda dan anda sendiri, lalu nomer mobil anda dan nomer mobil yang tercantum pada akun anda.

Jika anda mempunyai rating diatas 4.7 maka anda bisa mendapatkan penawaran special.

Jika anda menginginkan penawaran khusus 4.7+ tapi rating anda belum mencapai 4.7+, ini adalah saatnya anda menambah rating anda!

Penawaran dan tempat kerja sama akan terus bertambah seiring berjalannya waktu, kami akan terus mengirimkan pemberitahuan jika ada penawaran baru lagi.

– Uber Jakarta love team


berhemat

Mengapa Uber Lebih Aman Bagi Penumpang Maupun Driver?

Uber berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan keamanan riders maupun drivers, sehingga faktor keamanan dan keselamatan selalu menjadi pertimbangan utama dalam merancang dan mengembangkan sistem Uber.

Sebelum driver dapat mulai mengendara di Uber, ia harus melalui proses background chek dan memberikan bukti SKCK (Surat Keterangan
Catatan Kepolisian) untuk menjamin bahwa tidak ada sejarah tindak kejahatan atau latar belakang kriminalitas serta menjamin  kebenaran domisili/tempat tinggal driver tersebut. Setelah itu driver juga melalui pelatihan untuk menjamin standar pengendaraan yang baik.

Pada saat riders me-request driver, maka profile driver akan tercantum lengkap dengan detail dan fotonya serta plat nomor serta jenis kendaraan
sehingga riders dapat tenang karena sudah mengetahui siapa yang akan menjemputnya.

Keberadaan mobil juga bisa terlacak di peta sehingga riders tidak perlu menduga-duga atau menunggu lama ditepi jalan/diluar gedung sehingga memilimalisir resiko saat menunggu di tepi jalan.

Salah satu fitur yang penting dari Uber adalah driver’s rating, yaitu penilaian dari riders atas driver tertentu yang digambarkan dengan bintang.
Bintang terendah adalah 1 bintang dan tertinggi adalah 5 bintang. Driver akan mendapatkan skorsing atau bahkan dikeluarkan dari Uber apabila
ratingnya rendah.

Fitur lainnya adalah panic button yang memungkinkan datangnya pertolongan apabila terjadi ancaman saat trip berlangsung.

Bagi diver sendiri menyetir dengan Uber lebih aman karena data riders tersimpan di Uber secara lengkap.

Kesemuanya ini akan memberikan keamanan yang lebih bagi penumpang maupun driver.


berhemat

Apa itu “Split Fare” dan Bagaimana Cara Menggunakannya

Split Fare adalah sebuah fasilitas di Apps Uber yang memungkinkan kita patungan untuk membayar sebuah trip yang digunakan bersama. Misalnya kita lagi rame2 sama teman2 mau menuju ke tempat yang sama dengan menggunakan Uber,  maka dengan fasilitas split fare ini secara otomatis tagihan akan dibagi rata sesuai jumlah riders yang berpartisipasi dalam trip tersebut.

split fare

Cara menggunakan split fare sebagai berikut:

1. Setelah kita request uber dan dapat driver, klik panah disamping “driver’s information”
2. Pilih “Split Fare”
3. pilih uber riders lain yang berpartisipasi dalam patungan.

Riders yang dipilih akan dikonfirmasi apakah menerima Fare Split.

Apabila ternyata mereka tidak mau menerima atau penagihan gagal, maka yang pertama request Uber yang akan ditagihkan untuk bagian mereka.

 


berhemat

Apa itu Surge Pricing di Uber?

Pada saat ketersediaan armada di suatu daerah tertentu pada waktu tertentu menjadi tidak sebanding dengan banyaknya permintaan / request dari rider, maka untuk memberikan insentif bagi driver agar menuju ke daerah tersebut Uber memberlakukan kenaikan harga yang dihitung dengan kali lipat.

Misalnya di daerah SCBD pada jam pulang kantor sudah hampir pasti terjadi surge pricing, kadang hanya 1.7 kali lipat namun tidak jarang mencapai lebih dari 3 kali lipat. Dengan adanya surge pricing, maka tarif normal yang biasa berlaku dikalikan dengan faktor pengali tersebut. Jadi misalnya trip yang dengan tarif normalnya Rp50.000 pada saat surge pricing 3x menjadi Rp150.000

Surge Pricing ini memang terkadang bisa menjadi 6x atau lebih sehingga membuat pelanggan menjadi kesal  karena terpaksa membayar jauh lebih mahal. Kebijakan ini juga mendapat kritikan keras karena seperti memanfaatkan keaadan darurat misalnya pada saat aksi teror di Sydney.

Namun demikian kebijakan ini memang merupakan mekanisme permintaan dan penawaran yang sebenarnya. Justru dengan adanya mekanisme surge pricing ini maka perhitungan biaya menjadi transparan. Toh tidak ada yang memaksa penumpang untuk memesan pada saat surge pricing berlaku. Uber pun memberikan info yang jelas apabila surge pricing sedang berlaku dan bahkan meminta konfirmasi “apakah anda menerima surge pricing atau mau menunggu sampai tarif turun/normal?” sebelum penumpang memesan.

Surge Pricing memang sepertinya menjadi cara cepat untuk mendapatkan sewa dengan tarif tinggi. Namun pastinya penumpang jadi agak kesal karena harus membayar lebih. Kebijakan yang sepertinya sederhana ini ternyata memberikan dampak yang tidak sederhana bagi driver.


berhemat

Apa Itu Ride-Sharing?

Sebelum adanya ride-sharing kita mengenal car-pooling atau tebengan
rame-rame untuk menghemat biaya transportasi bagi penumpang dan
menghemat biaya bbm serta biaya perawatan bagi pemilik kendaraan.
Contoh carpooling adalah mobil2 pribadi yang biasa ngompreng di jalan
tol jagorawi untuk mengangkut penumpang yang searah. Mobil2 pribadi
ini menyediakan tebengan karena penumpang urunan untuk membayar bensin
dan tol.

Real-time ridesharing (juga dikenal sebagai ridesharing instan,
ridesharing dinamis, ridesharing ad-hoc, ridesharing on-demand,
dan carpooling dinamis) adalah layanan yang mengatur pemakaian
bersama sebuah kendaraan dalam waktu sangat singkat.

Ridesharing umumnya memanfaatkan tiga kemajuan teknologi baru-baru ini:
1. Perangkat navigasi GPS untuk menentukan rute pengemudi dan mengatur perjalanan bersama
2. Smartphone bagi wisatawan untuk meminta tumpangan dari mana pun mereka berada
3. Jaringan sosial untuk membangun kepercayaan dan akuntabilitas antara pengemudi dan penumpang

Unsur-unsur ini dikoordinasikan melalui layanan jaringan, yang seketika dapat menangani pembayaran  kepada pengemudi dan mengatur pemakaian secara optimum.

Seperti carpooling, real-time ridesharing dipromosikan sebagai cara untuk lebih memanfaatkan  kursi kosong di sebagian besar mobil penumpang, sehingga menurunkan penggunaan bahan bakar dan biaya transportasi. Hal ini dapat melayani daerah yang tidak tercakup oleh sistem angkutan umum
dan bertindak sebagai layanan pengumpan transit. Ridesharing juga mampu melayani perjalanan satu kali, tidak hanya perjalanan bolak-balik berulang atau perjalanan dijadwalkan.

Pada 2010-an awal, beberapa perusahaan teknologi diperkenalkan aplikasi yang diperkenalkan sebagai ridesharing mirip dengan layanan taksi. Contohnya di Indonesia adalah Uber, Gojek dan Grabcar.


berhemat

Apa itu Koperasi Uber (Trans Usaha Bersama) dan Haruskah Saya Bergabung di Koperasi untuk Bisa Mengemudi Bersama Uber?

Koperasi Trans Usaha Bersama adalah sebuah koperasi yang berdiri khusus untuk menampung para driver mitra Uber untuk menjamin legalitas dari jasa layanan transportasi yang disediakan oleh para mitra Uber.

Untuk bergabung dengan Uber, anda harus melalui prosedur yang ditentukan oleh Uber yaitu untuk terlebih dahulu menyatakan minat dan kemudian mengisi formulir yang berisi info contact anda, nanti staff Uber akan memandu anda untuk proses selanjutnya.


berhemat

Sejarah Uber

Uber adalah startup dengan pendanaan terbesar di dunia dan dinilai sebesar USD 50 milyar atau senilai 700 trilyun rupiah.  Dalam lima tahun operasinya,  Uber secara total telah mendapatkan pendanaan sebesar USD 2,7 milyar atau senilai 37 trilyun rupiah.

Uber didirikan oleh Garret Camp dan Travis Kalanick. Keduanya merupakan pengusaha teknologi sukses yang pernah mencetak strart-up mereka sebelumnya.  Garret dan Travis bertemu pada tahun 2008 dimana Garret menceritakan idenya untuk menjalankan layanan mobil mewah yang nyaman dan terjangkau.  Garret memiliki ide ingin memecahkan masalah besar di San Fransisco – sulitnya mendapatkan taksi.

Uber saat ini memiliki lima pilihan kendaraan: Taxi, Black (mobil sedan mewah), SUV, LUX (pilihan mobil paling mewah), dan UberX (layanan mobil dari sesama pengguna). Selain itu, Uber juga memiliki sejumlah produk yang masih dalam tahap testing seperti Essentials dan Rush. Essentials merupakan jasa pengiriman barang-barang esensial seperti snack, minuman ringan, dan perlengkapan medis. Dan Rush merupakan jasa kurir.

Saat ini Uber beroperasi tidak hanya di San Fransisco, tapi di lebih dari 250 kota di 50 negara. Mereka memiliki rencana menciptakan satu juta pekerjaan pada tahun 2015, dan memiliki impian dimana pengendara tidak perlu lagi membeli sebuah mobil karena berkendara dengan Uber akan menjadi alternatif yang lebih murah nantinya. Hal ini dapat terjadi karena konsep ride-sharing/berbagi kendaraan akan memangkas waktu idle (waktu tidak terpakai di parkiran kantor atau di rumah) dan menurunkan biaya perawatan dan gaji sopir (karena lebih sering dipakai maka biaya per penggunaan menjadi turun) – intinya adalah skala ekonomis dan efisiensi.

Pada pertengahan tahun 2009, berhubung Garret masih bekerja penuh waktu setelah membeli kembali StumbleUpon dari eBay, ia menunjuk Travis sebagai Chief Incubator. Kewajiban Travis pada saat itu adalah memimpin operasi Uber untuk sementara, membuat prototype produk, dan menemukan General Manager untuk menjalankan operasi perusahaan penuh waktu hingga peluncuran pertamanya di San Fransisco.

Posisi itu dinilai tepat bagi Travis yang saat itu masih beristirahat setelah menjalankan startup-nya non-stop selama 10 tahun. Bersama dengan Oscar Salazar, teman Garret semasa kuliah, mereka bertiga meluncurkan prototype produk Uber di New York pada Januari 2010. Tidak lama setelah itu, mereka berhasil menemukan orang yang tepat untuk mengisi posisi General Manager yaitu Ryan Graves.

Untuk perusahaan sebesar Uber yang memiliki model bisnis menghubungkan penumpang dan pengemudi di lebih dari 250 kota, kontroversi menjadi suatu hal yang tidak terelakkan, baik itu dari pihak eksternal maupun internal.

Dari sisi eksternal, Uber memiliki banyak tantangan untuk meyakinkan pemerintah setempat bahwa mereka menjalankan bisnis yang legal. Sejumlah pemerintah kota sempat ingin menutup layanan Uber, sebut saja San Fransisco dan California, namun pada akhirnya Uber berhasil mendapatkan ijin beroperasi di kota-kota tersebut. Namun, perusahaan ini terus mendapatkan tekanan dari pemerintah kota lainnya seperti Jakarta, kota Ho Chi Minh, dan Bangkok.

Di luar dari itu, banyak pelaku di industri taksi tradisional yang tidak menginginkan kehadiran Uber di kota mereka. Para pelaku ini khususnya para pengemudi taksi sering melakukan aksi protes di berbagai kota. Bahkan, kemarahan ini sempat berujung pada perusakan mobil Uber di Paris.

Sedangkan dari sisi internal, salah satu masalah terbesar Uber terletak pada bagian pengemudi. Sejumlah pengemudi Uber sudah mendapatkan tuduhan menculik seorang pengendara wanita, melakukan kekerasan terhadap pengendara, hingga melakukan pelecehan dan pemerkosaan. Padahal seluruh pengendara itu sudah melewati seleksi Uber.

Uber memiliki banyak sekali rival di ranah ini. Di Amerika contohnya, Uber berhadapan dengan Lyft dan SideCar, perusahaan yang juga bergerak dalam jasa menghubungkan pengemudi dan pengendara.

CNN sempat melaporkan bahwa pegawai Uber telah memesan dan membatalkan perjalanan di Lyft sebanyak 5.560 kali dalam setahun terakhir. Hal itu dinilai telah mengurangi jumlah pendapatan serta ketersediaan para pengemudi Lyft. Namun, Uber menyerang balik dengan mengatakan bahwa Lyft telah memesan dan membatalkan perjalanan di Uber sebanyak 13.000 kali! Sungguh persaingan yang panas.

Di Indonesia saingan Uber adalah GrabTaxi, sebuah applikasi penghubung antara penumpang dengan taksi. Memang model bisnisnya berbeda, namun karena sama-sama menyasar penumpang pengguna kendaraan roda empat, maka terdapat persaingan untuk menjaring penumpang yang sama. Selain GrabTaxi, saingan Uber adalah Gojek dan Grabbike karena memiliki model bisnis yang sama meskipun berbeda kendaraan yang digunakan.

Diambil dari sumber: TechInAsia


berhemat

Apa Saja Pajak-Pajak Yang Timbul, Cara Menghitung, Melaporkan dan Membayarnya

Sebagai implikasi dari struktur kemitraan Uber dan Partner/Driver yang intinya Uber memberikan solusi teknologi pemesanan dan pembayaraan jasa tumpanganyang diberikan oleh Partner/Driver,  maka para partner/pengemudi harus menghitung, melaporkan dan membayar pajaknya sendiri. Hal ini karena partner/driver adalah pemilik bisnis independen, bukan karyawan dari Uber.

Struktur pendapatan dan pengeluaran seorang partner/driver kurang lebih seperti ini:

Pemasukkan
Pembayaran dari Uber

Pengeluaran/Biaya
Biaya Pemasaran dan Jasa Pembayaran Kepada Uber
Biaya Driver
Biaya Komunikasi Suara/Data
Biaya Kepemilikan Smartphone
Biaya Asuransi
Biaya Bahan Bakar
Biaya Tol dan Parkir
Biaya Perawatan
Biaya Penyusutan
Biaya Bunga

Sekarang tinggal bagaimana masing-masing jenis legalitas partner/driver Uber itu sendiri apakah PT, CV, Koperasi atau Surat Keterangan Usaha (SKU) karena aturan perpajakannya berbeda
satu sama lainnya.

Mengenai cara menghitung, melaporkan dan membayar pajak untuk masing-masing jenis legalitas, baik PT,CV, Koperasi maupun SKU akan dibahas lebih lanjut.


berhemat

Benarkah Partner Uber Bisa Mendapatkan 16jt Per Bulan?

Setiap kali kita search di Internet mengenai Bisnis Uber, termasuk juga di website ini, kita melihat bahwa dari proyeksi potensi penghasilan yang disampaikan oleh para recruiter Uber atau yang dikutip oleh wartawan media dari para pengusaha/partner Uber memberikan angka Rp16jt/bulan.

Hal ini semakin menjadi keyakinan karena dari semua review yang kita baca mengkonfirmasi dan memuji-muji penghasilan partner Uber yang mencapai Rp16jt/bulan.

Namun apakah benar angka ini dapat tercapai?

Kekhawatiran ini beralasan karena kata “mencapai” bukanlah rata-rata atau jaminan yang akan didapatkan oleh seluruh partner Uber.

Berikut adalah informasi (belum terverifikasi) salah satu pengguna Uber yang diposting di salah satu forum

dari driver2 uber yang ane interview rata2 bisa dapat 10juta-an. 16 juta mungkin buat yang super rajin.

tapi yah uang makan jangan di itung juga kali gan. emang ada kerjaan yang ga perlu makan? sarjana gaji perdana aja rata2 cuma gaji 3-4 juta doank. itu juga perlu makan.

dulu ane ada langganan uber drivernya cewe, mereka selalu berdua, jadi kalau mo lewat jalur 3in1 ga msalah. menurut mereka penghasilan dari uber jauh lebih besar daripada gaji mereka BERDUA sebagai marketing & communication di salah satu resto ternama Jakarta.

Berikut adalah sebuah testimonial dari seorang partner Uber yang diposting di salah satu forum

Bullshit gan 16juta….
jangan terlalu cepet percaya iming2…
ane supir uber… tau enak gak enaknya….
16 juta itu PENGHASILAN KOTOR KALO mau kerja tiap hari selama lebih dari 10 jam non stop sebulan.
Ane kerja 14 jam sehari PALING TINGGI dapet 500ribu (Gross), beli bensin 160ribu, makan 50ribu buat 3x makan. Uang tol balik kalo tamu ke pinggiran jakarta ato airport sekitar 10-20ribu…
itu belum dipotong lagi biaya maintenace mobil kaya cuci, servis, ganti ban, dll. Dan karena policynya uber tuh no tips, customer juga bokis2 gan… jarang yg ngasih tips… walaupun ada sih 1-2 yg mo berbaik hati ngasih tambahan 10-50ribu… tapi jarang banget.
dah seirit2nya dan kerja cape seharian paling banyak ngantongin bersih 200ribuan… kalo kerja 25 hari sebulan…. u do the math deh… itu juga kalo punya mobil n nyetir sendiri yah… bukan bagi hasil sama rental ato supir…
jangan coba2 deh kredit mobil baru cuma buat driver uber kalo gak punya kerjaan sampingan lainnya… kecuali mo tidur di mobil sampe tuh mobil lunas yaks…
hahahaha….
Ato kalo mau cari second-nan avanza busuk yang murmer yg penting ada ac n bisa jalan dan gak usah ada maintenance… , baru tuh untungnya rada terasa… kalo beli mobil baru mah amsyong dah….

Tapi kalo cuma buat nambah2 uang jajan sama bensin buat keperluan pribadi lumayan lah… itung2 keperluan transport buat kerjaan primary ane gratis…. itu juga ane hoki gan gara2 kerjaan bisa di remote semua dari hape…. jadi bisa multi tasking sambil narik uber… n kebetulan punya mobil juga….

Selain itu kekhawatiran lain muncul dari kenyataan bahwa selama ini Uber masih memberikan subsidi kepada para partner Uber. Subsidi ini bisa mencapai 2.4 kali lipat dari rekap tarif yang tercatat di sistem billing Uber.

Jadi misalnya seharian seorang partner mendapatkan 10 trip dengan total tarif 500rb, maka Uber akan memberikan 1,2jt kepada partner tersebut, bukan 500rb.

Subsidi ini terus berkurang dari yang sebelumnya 2.4 kali lipat menjadi 2 kali lipat dan 1.5 lipat. Pada akhirnya Uber tidak akan memberikan subsidi, bahkan mengambil potongan 20persen dari sewa yang didapat oleh partner Uber.

Jadi bisa saja seorang partner yang armadanya secara konsisten mendapatkan sewa 500rb per hari meraup keuntungan yang besar karena masih disubsidi  (jadinya dapat 1,2jt per hari) dengan total pendapatan 36jt per bulan. Lalu kemudian setelah subsidi dicabut dan potongan 20persen diberlakukan jadinya hanya dapat 400rb per hari, dengan total pendapatan 12jt per bulan.

Untuk itu seorang pebisnis Uber dalam memperhitungkan struktur biayanya harus memastikan bahwa seluruh biaya bbm, tol, gaji/bagi hasil driver, perawatan, pajak dan penyusutan harus dapat ditutup dengan pola bagi hasil 80% dari sewa – jangan terus berharap dari manisnya subsidi yang berlaku saat ini.

Mohon diperhatikan bahwa saya tidak memasukkan unsur “cicilan bulanan” mobil karena cicilan bulanan bukanlah biaya. Yang menjadi biaya adalah “bunga cicilan” dan penyusutan. Bunga cicilan dapat dihitung dari perjanjian kredit yang anda ikat dengan leasing sementara penyusutan dapat dilakukan secara persentase dari nilai mobil atau mengikuti standar harga jual kembali mobil jenis tersebut di pasaran.

Jadi misalnya kita gunakan info diatas, maka kita coba hitung sbb:

Penghasilan sewa Uber Rp10jt  (ini sepertinya sudah paling rendah)

Potongan Uber 20pct Rp 2jt

Jadi yang diterima oleh Partner Rp8jt

dikurangi:

Biaya BBm Rp 2.5 jt

Biaya Tol dll Rp 500rb

Gaij/Bagi hasil Pengemudi Rp 3jt

Penyusutan dan Perawatan Rp 1.5jt

Maka tersisa keuntungan Rp1jt per bulan.

 

Jadi dalam skenario paling parah pun (sewa paling rendah, sewa tidak disubsidi bahkan dipotong 20pct) masih bisa dapat keuntungan Rp1jt per bulan.

Kalau misalnya kita kejar untuk dapat Rp16jt per bulan, maka otomatis keuntungan naik menjadi Rp5,8jt per bulan dalam kondisi sewa tidak disubsidi dan dipotong 20pct untuk Uber.

Pertanyaannya Sekarang Adalah Bagaimana Bisa Mencapai Rp16jt Per Bulan Bahkan Lebih?

Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus mengatur strategi yang didapatkan dari pengalaman.

Strategi ini mencakup hal penting pertama yang perlu kita tentukan yaitu mendaftarkan jenis kendaraan apa? Karena secara garis besar ada 2 jenis Uber yang berbeda tarifnya: Uber X dan Uber Black.  Tentunya penghasilan akan berbeda antara armada Uber X dan Uber Black.  Untuk masing-masing kelas, baik Uber X maupun Uber Black pun ada berbagai jenis kendaraan yang tentunya berbeda dari segi harga, pemakaian bbm, biaya perawatan dll.

Strategi kedua adalah  berapa lama operasional dalam sehari dan berapa hari dalam sebulan dan bagaimana pengaturan shift yang paling optimal.

Berikutnya adalah strategi penempatan lokasi untuk mencapai tarif maksimum mengingat Uber menerapkan surge price, yaitu kenaikan tarif mencapai berkali-kali lipat dari harga normal. Jarak yang sama dan waktu yang sama bisa jadi berbeda antara langit dan bumi.

Selain itu tentunya ada strategi-strategi lain yang akan kita jelaskan lebih lanjut.


berhemat

Uber Adalah Model Bisnis Masa Depan

Media online Tempo.co mengutip Pengamat Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (Akses) Suroto di Jakarta, yang mengatakan taksi Uber bernaung di bawah badan hukum koperasi dan justru berpotensi menjadi model bisnis masa depan.

“Akhir-akhir ini media dihebohkan oleh penangkapan sopir Koperasi Taxi Uber. Mereka dianggap ilegal karena tidak memiliki izin usaha. Menurut kami, pemerintah sebaiknya jangan hanya melihat masalah ini dalam aspek perizinannya,” ucapnya.

Pemerintah, menurut dia sebaiknya melihat aspek pemberdayaan dan pemerataan ekonomi bagi usaha kecil.

Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM semestinya membantu mereka untuk mendapatkan izin khusus.

“Mereka itu adalah genre baru usaha koperasi masa depan yang memfungsikan koperasi itu hanya sebagai providernya,” ujarnya.

Suroto berpendapat mereka adalah model koperasi masa depan yang berbasis “crowdsourcing” (kerumunan sumberdaya).

“Koperasi kelak fungsinya hanya sebagai provider untuk usaha kecil dan pemerataan kesejahteraan bagi anggota-anggotanya,” tuturnya.

Ia menegaskan, tindakan Pemerintah yang hanya mengedepankan aspek legal perizinan menjadi pertanda bahwa pemerintah hanya memihak pada kepentingan elite pengusaha taksi segelintir yang sudah mapan.

“Cobalah lihat, dari usaha itu ada banyak sopir taksi yang tadinya harus bekerja selama 18 jam dengan penghasilan kadang minus dan terpaksa cash bond setiap bulan untuk menutupi kebutuhan. Sekarang mereka banyak yang merdeka menikmati kebebasan pendapatan, waktu dan juga punya kendaraan taxi sendiri,” tukasnya

Reuters (24/8) memberitakan bahwa pemesanan Uber akan meningkat
tiga kali lipat tahun ini menjadi USD10.8 milyar atau setara dengan
150 trilyun rupiah dan mencapai USD26.12 milyar tahun depan atau
senilai 400 trilyun.

Uber memang mengalami masalah legal di beberapa negara seperti Perancis,
spanyol dan Thailand. Namun para investor Uber yakin bahwa Uber akan
dapat menyelesaikan masalah tesebut. Pendiri Uber sendiri memiliki visi
bahwa Uber akan berkembang sebagai jaringan logistik terkomputerisasi dunia.
Hal ini dapat diartikan bahwa konsep Uber akan dikembangkan ke segala moda
transportasi pengangkutan dan mentransportasikan manusia maupun barang.

Dapat dibayangkan bahwa jaringan IT yang teruji dan terbaik di kelasnya dapat menjadi tulang punggung jasa pelayanan yang diberikan secara kolektif oleh mitra-mitra untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen dengan harga yang sangat kompetitif karena efisiensi dan economy of scale dari jaringan global Uber.


berhemat